Perbedaan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin

Perbedaan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin – ASI merupakan sumber makanan utama untuk bayi. Pada ASI terkandung banyak nutrisi yang sangat penting untuk bayi. Oleh karena itu, pemberian ASI pada bayi harus dilakukan dengan optimal. Hanya saja, dalam proses menyusui buah hatinya sebagian ibu terkadang mengalami kendala sehingga proses menyusui menjadi terhambat. Beberapa masalah yang kerap dialami oleh ibu menyusui di antaranya yaitu payudara mengalami pembengkakan, puting nyeri, hingga tersumbatnya produksi ASI.

ASI menjadi makanan satu-satunya untuk bayi baru lahir, sehingga memastikan kecukupan ASI harus ibu perhatikan. Jika produksi ASI menurun maka si kecil tidak akan mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Nah, untuk ibu menyusui yang mengalami masalah pada aliran ASI, dimana ASI kurang deras maka dapat mencoba berbagai cara agar kembali lancar, salah satunya yaitu dengan melakukan pijatan. Adapun beberapa teknik pijatan yang akan membantu proses menyusui yaitu pijat laktasi dan pijat oksitosin. Apa perbedaan keduanya? Untuk mengetahuinya anda bisa simak di bawah ini.

Perbedaan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin

Baca juga : Mengetahui Pentingnya Pijat Payudara Saat Menyusui

Pijat Laktasi

Pijat laktasi merupakan teknik pijatan yang bermanfaat untuk membantu pengeluaran ASI. Teknik pijatan dilakukan pada bagian tubuh seperti kepala, bahu, leher, punggung dan payudara. Ada banyak manfaat yang akan didapatkan oleh ibu menyusui yang melakukan pijat laktasi seperti berikut ini:

  • Membantu mengurangi nyeri. Menurut sebuah studi, ibu yang dipijat laktasi akan mengalami rasa sakit yang lebih sedikit ketika menyusui. Selain itu, si kecil akan mendapatkan ASI yang banyak karena ASI yang keluar lebih mudah. Ketika pijat laktasi, ASI yang menyumbat saluran akan menjadi kendur. Kemudian aliran ASI akan kembali lancar, serta membantu mengurangi nyeri karena saluran ASI mengalami sumbatan.
  • ASI lebih sehat. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada ibu menyusui menunjukan, ibu menyusui yang mendapatkan pijatan selama 30 menit sebanyak dua kali sehari, kadar natrium pada ASI akan mengalami penurunan. Selain itu, kadar lipid, energi kotor, padatan, dan kasein akan mengalami peningkatan. Laktosa yang terkandung dalam ASI tidak menunjukan tanda perubahan.
  • Aliran ASI menjadi lebih baik. Pijat pada ibu menyusui bermanfaat untuk membantu mengosongkan saluran ASI, serta merangsang produksi ASI yang lebih banyak. Pijat laktasi akan dapat menghasilkan oksitosin yang akan mengendurkan otot saluran ASI.
  • Mencegah payudara kendur. Menyusui  akan dapat mempengaruhi bentuk payudara. Ketika payudara membesar, maka akan dapat menyebabkan timbulnya stretch mark setelah kembali pada ukuran biasa saat selesai menyusui. Sedikit pijatan akan membantu mengatasi masalah ini.
  • Melembutkan puting payudara. Jika puting susu terlalu keras, maka bayi akan kesulitan menempel. Nah, pijat laktasi pada puting akan melembutkan, serta membuat bayi lebih mudah untuk menyusu.

Pijat Oksitosin

Sedangkan pijat oksitosin dilakukan dengan memijat daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang. Pijatan ini bermanfaat agar ibu menyusui menjadi lebih rileks. Pijatan ini akan dapat membangkitkan rasa percaya diri, menenangkan, membantu ibu supaya mempunyai perasaan dan pikiran baik tentang buah hatinya dan membantu memperlancar dan meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin akan merangsang oksitosin yang merupakan hormon rileks.

Pada dasarnya teknik pijat laktasi ataupun oksitosin bermanfaat untuk membuat ibu rileks dan membantu meningkatkan hormon oksitosin yang merupakan hormon untuk mengeluarkan ASI.

Nah, itulah penjelasan seputar perbedaan pijat laktasi dan pijat oksitosin. Semoga informasi yang kami berikan untuk anda bermanfaat.

Author Info

Kris Santi Handayani

No Comments

Post a Comment