Pijat Bayi

Tidak Disarankan Pijat Bayi Jika Si Kecil Mengalami Kondisi Ini

Bukan hanya sekedar tren saja, namun faktanya pijat bayi memiliki banyak manfaat baik untuk si kecil. Saat hendak melakukan pijat bayi, anda harus memperhatikan kondisi dan waktu yang tepat agar si kecil bisa mendapatkan manfaat pijat yang optimal. Pada ย beberapa kondisi tertentu tidak disarankan untuk melakukan pijat bayi. Nah, sebelum mengetahui kondisi apa saja yang dimaksud, ketahui terlebih dahulu beberapa manfaat pijat bayi di bawah ini.

Baca juga : Ketahui Waktu yang Tepat Melakukan Pijat Bayi

Pijat Bayi

Manfaat Pijat Bayi

Adapun beberapa manfaat yang akan didapatkan si kecil dengan melakukan pijat bayi seperti berikut ini:

Membuat Bayi Lebih Tenang dan Nyaman

Pijatan yang dilakukan pada bayi akan dapat merangsang sistem saraf pusat. Sentuhan fisik yang si kecil dapatkan ketika pijat akan mengirim sinyal ke otaknya untuk lebih banyak memproduksi endorfin dan serotonin, yakni hormon yang akan membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia. Selain itu, hormon ini juga dapat mengurangi nyeri yang si kecil rasakan.

Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Berdasarkan penelitian, pijat bayi akan dapat membuat siklus tidurnya menjadi teratur. Dengan begitu di malam hari si kecil akan tidur lebih banyak, sedangkan di siang hari akan lebih aktif. Selain itu, dengan pijat bayi akan membuat tubuh si kecil rileks, sehingga si kecil bisa dengan mudah tidur nyenyak.

Melancarkan Pencernaan

Dengan pijat bayi, sistem pencernaan si kecil akan lebih nyaman, serta akan bergerak lebih lancar. Jika si kecil rewel akibat mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, perut kembung atau kolik, setelah mendapatkan pijatan si kecil akan merasa lebih nyaman.

Memperkuat Hubungan Orangtua dan Bayi

Pijat bayi akan dapat memperkuat hubungan antara orangtua dan bayi. Berdasarkan penelitian, pijat bayi akan dapat membantu mengurangi gejala dari depresi pasca melahirkan, serta kepekaan orangtua akan meningkat terhadap kebutuhan bayinya.

Selain itu, beberapa manfaat pijat bayi lainnya di antaranya yaitu, mendukung pertumbuhan otak si kecil,membantu meningkatkan berat badan bayi, kepadatan tulang bayi meningkat, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, dan lain sebagainya.

Kondisi yang Tidak Disarankan Melakukan Pijat Bayi

Meskipun pijat bayi memiliki banyak manfaat, namun sebaiknya hindari memijat si kecil pada kondisi seperti berikut ini:

  • Tidak disarankan melakukan pijat bayi ketika si kecil mengalami demam atau bayi mengalami infeksi.
  • Si kecil mengalami masalah pada jantungnya
  • Bila si kecil sering kejang
  • Bayi mengalami masalah pada motoriknya
  • Ketika bayi mengalami ruam pada kulitnya, kulitnya memar ataupun pecah-pecah
  • Ketika bayi baru selesai makan. Jika hendak melakukan pijat bayi setidaknya tunggu selama 30 menit setelah si kecil makan jika ingin melakukan pijat bayi
  • Ketika si kecil telah imunisasi. Sebaiknya hentikan melakukan pijat rutin setidaknya hingga 48 jam setelah si kecil diimunisasi
  • Ketika si kecil sedang rewel tidak disarankan untuk melakukan pijat bayi. Jika anda memaksa si kecil untuk melakukan pijat bayi ketika sedang rewel, hal itu tidak akan membuatnya merasa lebih baik. Si kecil bisa saja menjadi trauma atau bahkan akan menolak untuk melakukan pijat bayi selanjutnya.
  • Pada saat si kecil sedang tidur. Meskipun pijat bayi memiliki banyak manfaat, namun anda tidak perlu membangunkan si kecil saat sedang tidur hanya untuk memijatnya.

Artikel lainnya : Lebih Dalam Memahami Manfaat Spa Bayi

Nah, bund hindari memijat si kecil dalam kondisi-kondisi tersebut. Untuk memastikan bahwa si kecil mendapatkan manfaat yang optimal dari pijat, lebih baik anda melakukan konsultasi dengan dokter. Anda dapat memastikan cara terbaik dalam memijat si kecil. Anda juga harus memperhatikan reaksi bayi saat dipijat. Jika si kecil merasa tidak nyaman, anda bisa menghentikan pijat bayi dan cari tahu kenapa si kecil merasa tidak nyaman ketika dipijat.

Author Info

Kris Santi Handayani

No Comments

Post a Comment